ja-cpanel-top
English (United Kingdom)Indonesia

Masterclass Project Change 2008

E-mail Print PDF

RILIS PERS

WORKSHOP FILM DOKUMENTER:

FILM UNTUK PERUBAHAN KONDISI PEREMPUAN

Jakarta, 11 Juli 2008

Dal

am konteks kultural maupun struktural, tubuh perempuan masih selalu dianggap sebagai liyan (the others). Berbicara tentang tubuh perempuan terkait erat dengan kondisi ketimpangan jender, di mana posisi perempuan dalam aktivitas seksual dipandang dari kemampuannya bereproduksi dan melahirkan konsep baru bahwa perempuan hanya berhak atas nilai kemanusiaannya sebagai perempuan bila ia mampu menjalankan fungsi sebagai mesin reproduksi. Hal ini kemudian mendorong pada carut-marutnya persoalan-persoalan perempuan yang erat dengan seksualitas dan kesehatan reproduksi. Perempuan menjadi pihak yang paling rentan bahkan asing berkaitan dengan seksualitas dan kesehatan reproduksinya sendiri.

Berangkat dari persoalan tersebut, tiga lembaga yang terdiri dari The Body Shop, Kalyana Shira Foundation, dan Dewan Kesenian Jakarta sepakat untuk mengadakan workshop film dokumenter. Workshop ini diadakan karena ketiga lembaga tersebut percaya bahwa film dokumenter merupakan media audiovisual yang memiliki kekuatan untuk menggugah masyarakat lewat cerita dan gambaran realitas persoalan yang dihadapi kaum perempuan. Film dokumenter diyakini sebagai media audiovisual yang dapat memberikan kontribusi terhadap perubahan, dalam hal ini khususnya perubahan kondisi perempuan.

“Kenapa dokumenter? Karena dokumenter menyuguhkan persoalan yang lebih riil. Sementara itu, banyak potensi documentary makers di Indonesia yang belum dimaksimalkan. Kebanyakan masih terjebak dalam alur yang sifatnya pemberitaan (jurnalistik) padahal dalam dokumenter, pembuat film harus berpihak. Oleh karena itu, kami melihat potensi film dokumenter untuk mengangkat realita perempuan Indonesia terkait dengan persoalan reproduksi dan seksualitas,” papar Nia Dinata selaku Ketua Kalyana Shira Foundation.

“The Body Shop mempunyai program Think Act Change, sebuah kompetisi film dokumenter yang mulai diselenggarakan sejak tahun lalu. Melalui film dokumenter diharapkan akan terangkat berbagai hal yang menjadi realitas di masyarakat, terutama yang berhubungan dengan isu-isu gender dan pada saat yang bersamaan diharapkan akan tercipta pula partisipasi publik untuk memahami dan mengubah keadaan ke arah yang lebih baik,” jelas Ukke Kosasih selaku campaign advisor The Body Shop.

“Kesenian tidak pernah berdiri di ruang vakum, ia adalah bagian dari masyarakat yang merupakan refleksi maupun kritik akan apa yang terjadi dalam masyarakat. Dokumenter tidak pernah netral karena ia harus jelas berpijak di mana dan berpihak ke mana,” imbuh Abduh Azis sebagai Direktur Program Dewan Kesenian Jakarta.

Project Change: Master Class Category adalah partisipasi Kalyana Shira Foundation dalam penyelengaraan Think-Act-Change: The Body Shop Documentary Film Competition 2008, bagi para pemenang kompetisi film dokumenter maupun para pembuat film dokumenter muda berbakat. Project Change sendiri merupakan program Kalyana Shira Foundation untuk pelatihan maupun produksi film dokumenter.

Tema besar yang diusung Workshop Master Class Project Change adalah Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi, di mana akan mengangkat topik Penyakit Menular Seksual: Stigma dan Akses Kesehatan, Pendidikan Sex di Sekolah, Kebijakan Kesehatan dan Peran Bidan serta Dukun Beranak, dan Kerusakan Lingkungan dan Kerentanan Kesehatan Perempuan.

Workshop yang diadakan pada 11-13 Juli 2008 di Teater Kecil TIM ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah yang sebelumnya sudah pernah membuat film pendek maupun dokumenter dan karyanya telah dinominasikan atau menang di berbagai festival film di Indonesia.

“Workshop ini akan difokuskan pada masalah substansi isu bukan teknis. Dengan demikian, peserta akan lebih banyak mendapatkan paparan, membangun kerangka pikir dan cara pandang mengenai isu-isu tersebut fasilitator, Myra Diarsi dan Sita Ari Purnami,” imbuh Ukke.

Workshop Master Class Project Change ini akan diikuti dengan pitching session dimana pada akhirnya nanti 4 (empat) peserta workshop akan dipilih dan mendapatkan kesempatan untuk membuat film dokumenter berkaitan dengan isu-isu tersebut. Film tersebut nantinya akan dijadikan satu menjadi antologi dokumenter dan didistribusikan melalui bioskop.



You are here: Our Programs Workshop Film Masterclass Project Change 2008